Harga IPhone Bisa Naik 43% Akibat Kebijakan Baru Dari Donal Trump

JIMEDIA - Apple menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak akibat kebijakan tarif yang dinaikan oleh presiden Donal Trump Amerika Serikat (AS)
Kebijakan ini dinilai berpotensi mengubah peta perdanganggan global dan bisa berdampak langsung kepada konsumen
Pada 2 April lalu, Presiden AS Donal Trump mengumumkan tarif hampir 200 Negara, termasuk 46 persen untuk Vietnam dan 34 Parsen untuk China. Kedua negara merupakan basis manufaktur penting bagi Apple
Sebagian besar IPhone masih diproduksi di China, yang saat ini dikenal tarif impor sebesar 54 persen. Jika tarif ini berlaku, Apple harus memilih antara menyerap biaya tambahan atau menaikan harga jual produk.
"Jika keadaan terus berlanjut seperti sekarang" Apple akan menghadapi biaya tarif sebesar USD40 miliar, kata analisis Rosenblatt, Barton Crockett, dalam laporanya, dilansir dari Business Insider pada sabtu (5/4/2025).
Saham Apple ditutup turun 9,3 persen pada kamis (3/4/2025) waktu Amerika Serikat. Penurunan ini menjadi yang terburuk sejak maret 2020
Model IPhone 16 termurah yang saat ini dijual seharga 799 dollar AS (sekitar Rp 12,8 juta), bisa naik hingga 1.142 dolar AS (sekitar 18,3 juta) jika proyeksi kenaikan harga 43 persen benar terjadi.
Sementara itu, varian tertinggi IPhone 16 pro max dengan layar 6,9 Inci dan penyimpanan 1 terabyte yang kini dibandrol 1.599 dolar AS (sekitar Rp 25,6 juta), bisa melonjak hampir 2.300 dollar AS (sekitar Rp 36,9 juta)
Apple sendiri belum memberikan tanggapan atas isu ini. Selama ini, banyak pelanggan membeli IPhone melalui kontrak cicilan dua hingga tiga tahun dengan operator seluler.
Namun, disisi lain, permintaan IPhone sedang melemah. Fitur terbaru Apple Intellegence yang membantu meringkas notifikasi, menulis ulang G-mail, dan menyediakan akses ke ChatGPT- dinilai belum cukup untuk menarik perhatian konsumen.
Menurut analisis CFRA Research, Angelo Zino, Apple diperkirakan hanya bisa membebankan 5 hingga 10 persen dari tarif ke harga konsumen.
"Kami memperkirakan Apple akan menunda kenaikan harga ponsel hingga musim gugur ini sampai Iphone 17 meluncur" katanya
Meski Apple sudah memindahkan sebagian produksi ke vietnam dan india sebagian besar IPhone tetap dirakit di china, sementara itu vietnam dikenakan tarif 46 persen, dan india 26 persen.
Neil Shah, salah satu pendiri Counterpoint Research, memperkirakan Apple harus menaikan harga setidaknya 30 persen secara rata - rata untuk menutupi beban tarif yang baru.
Kenaikan harga dikhawatirkan akan melemahkan permintaan dan memberikan keunggulan kepada produsen lain seperti Samsung Electronic asal korea selatan, yang menghadapi tarif lebih rendah dibanding china
Komentar
Posting Komentar